Selamat Datang!

Pembiasaan Akhlaqul Karimah


Rasulullah Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Beliau mengajarkan kepada umatnya bagaimana beradab. Semua tingkah polah manusia dalam kehidupan diatur, dari yang hal yang terkecil sampai dengan yang terbesar, sejak bangun tidur hingga akan kembali tidur semua diberikan contoh oleh beliau.

Lalu bagaimana dengan sikap Nabi Muhammad SAW kepada sesama manusia? Meskipun Muhammad berposisi sebagai Nabi bahkan Rasul, seorang pemimpin dan juga sebagai kepala pemerintahan, beliau senantiasa bersikap lembut kepada semuanya. Sebagai contoh, bagaimana beliau sangat mengasihi kepada anak-anak seperti Ali, ibnu Abbas dan juga kepada kedua cucunya Hasan dan Husain. Lalu, betapa luar biasanya sikap beliau ketika mendapati seorang tua renta buta yang duduk di muka pasar sembari menjelek-jelekkan Nabi bahkan mengatakan kepada setiap orang yang lewat untuk tidak mengikuti ajaran beliau yang dianggapnya sesat. Nabi dengan sabar dan ikhlas memberinya minum dan makanan yang sebelumnya sudah dilembutkan terlebih dahulu, kemudian menyuapinya dengan penuh kasih sayang. Hal itu Rasulullah lakukan hingga belaiu wafat, tanpa harus diketahui oleh orang tua renta buta itu atau kepada khalayak ramai.

Dari sepenggal sejarah Nabi tersebut di atas. Madrasah Diniyah Takmiliyah PAMABA termotivasi untuk berupaya dengan sungguh-sungguh mengenalkan dan mengajarkan kepada semua santri akhlak Rasulullah SAW. Di madrasah tersebut, para santri diajak untuk membiasakan diri dengan mengucapkan salam saat bertemu, berjabat tangan dengan sesamanya dan mencium tangan ustadz/ah (perwujudan dari sifat Ta'dhim), semua dilakukan dengan senang dan ikhlas, tampak dari senyum manis santri dan ustadz/ah yang tersimpul dilisan dengan wajah yang berseri indah.

Selain pembiasaan akhlakul karimah, santri juga diajarkan dengan pembiasaan pelaksanaan tadarrus al-Quran/hafalan juz 'amma disetiap sore menjelang proses KBM, shalat jamaah Maghrib dan wirid. Hal ini menjadi garapan serius oleh setiap tenaga pendidik di Madrasah Diniyah Takmiliyah PAMABAt, artinya semua ustadz/ah memahami betul bahwa dalam rangka mencetak generasi yang tangguh, sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. An-Nisa ayat 9. mereka harus bisa memadukan antara pengajaran dan pendidikan. Ustadz/ah bukan hanya sebagai transformator ilmu (pengajaran) tetapi juga mampu menjadi tauladan (pendidik) bagi semua santri untuk mengamalkan setiap ilmu yang diajarkan.

Pengirim : Muhammad Asyrofuddin, S.H.I
Share this post :

Poskan Komentar

 
Support : Copyright © 2015. Madrasah Diniyah Takmiliyah PAMABA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger